Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu dan KPU Sinergi Berikan Pendidikan Politik bagi Masyarakat

Bawaslu dan KPU Sinergi Berikan Pendidikan Politik bagi Masyarakat

Langgur, Bawaslu Maluku Tenggara - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Maluku Tenggara, Maksimus Lefteuw, S.Sos dalam sambutannya mengatakan bahwa biarpun sekarang kita ada dalam Non Tahapan Pemilu maupun Pemilihan tetapi Bawaslu tetap bertugas untuk memberikan Pendidikan Politik bagi masyarakat. Hal ini didasarkan pada UU Nomor 7 Tahun 2017 dan UU Nomor 10 Tahun 2016.

Kegiatan Pengawasan Pemilu Partisipatif dibuka dengan resmi oleh Ketua Bawaslu Maluku Tenggara yang bertempat di SMK PARIWISATA Langgur. Dalam kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ibu Assyjudiyah A. Hanubun, S.PdI (Anggota Bawaslu Maluku Tenggara/Kordiv SDMO), Bpk. Essau Frets Mouw, SH (Anggota Bawaslu Maluku Tenggara/Kordiv HPP), Bpk. Basuki Rahmat Oat, SE, MSi (Ketua KPU Maluku Tenggara) sebagai Narasumber dalam kegiatan ini dan Bpk. Paulinus A. Ongirwalu, S. Sos (Korsek Bawaslu Maluku Tenggara), jajaran sekretariat Bawaslu Maluku Tenggara dan peserta dari unsur masyarakat dan OKP. 

Dalam pemaparan materi, Basuki mengatakan bahwa tingkat pastisipatif harus seimbang dengan kualitas dari Pemilu atau Pemilihan itu sendiri. "Sebagai masyarakat yang punya hajatan, kita harus mempunyai kesadaran diri untuk berpartisipasi aktif dalam pesta demokrasi ini sehingga bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara Pemilu, baik KPU maupun Bawaslu" karena sejatinya bahwa masyarakatlah yang lebih berperan aktif dalam hajatan 5 tahunan ini, Bawaslu dan KPU hanya di berikan tugas berdasarkan Undang-undang yakni KPU sebagai Pelaksana Teknis sedangkan Bawaslu sebagai Pengawas. 

Basuki juga mengharapkan kepada kaum perempuan juga dapat berperan aktif dalam pendidikan politik karena berdasarkan regulasi sekarang bahwa kaum perempuan sudah tidak di "abaikan" lagi. Hal ini telah di amanatkan dalam regulasi regulasi yang baru yaitu pada PKPU, PERBAWASLU, maupun regulasi yang ada dalam Partai Politik tentang keterwakilan 30% dari kaum perempuan. 

Hal yang sama juga diharapkan oleh Ketua Bawaslu Maluku Tenggara agar selepas kegiatan ini, kita bisa menyampaikan pesan pesan Pendidikan Politik ini kepada masyarakat agar dalam pesta demokrasi tahun 2024 nanti, masyarakat lebih aktif lagi dalam memberikan partisipasinya. 

 

 

Ditulis oleh A. F. Letsoin

Senin, 12 April 2021 -13. 45 WIT